Thu07312014

Last update08:34:05 AM

Font Size

Profile

Menu Style

Cpanel
Back You are here: Home Blog Informasi Informasi Kesehatan Artikel Wujudkan Gizi Seimbang, Atasi Masalah Gizi Ganda

Wujudkan Gizi Seimbang, Atasi Masalah Gizi Ganda

Sofyan Napu, SKM, M.Kes

Oleh : Syafiin Napu,SKM,M.Kes Kepala Seksi Gizi Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo

1000 Hari Pertama Kehidupan Menentukan Kualitas SDM Gorontalo

Pembangunan program pangan dan perbaikan gizi merupakan bagian integral dari pembangunan bidang kesehatan dan sebagai salah satu program penting dalam rangka mewujudkan pembangunan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas. Karena itu perbaikan gizi masyarakat merupakan salah satu investasi dengan keuntungan jangka pendek dan jangka panjang yang nyata. jika dijabarkan lebih luas lagi maka gizi yang baik dapat merubah kehidupan anak meningkatkan pertumbuhan fisik dan perkembangan mental, melindungi kesehatannya serta meletakkan fondasi untuk masa depan produktifitas anak.

 


Peranan gizi dalam pembangunan kualitas sumber daya manusia telah dibuktikan dari berbagai penelitian dimana gangguan gizi pada awal kehidupan yaitu pada masa 1000 hari pertama sejak dalam kandungan, akan mempengaruhi kualitas kehidupan berikutnya. Kurang gizi pada anak balita tidak hanya menimbulkan gangguan pertumbuhan fisik, tetapi juga mempengaruhi kecerdasan dan produktifitas di masa dewasa dan hal ini bersifat permanen.


Status gizi masyarakat dapat digambarkan terutama pada status gizi anak balita dan wanita hamil yang secara umum dapat dikatakan bahwa suatu bangsa yang kelompok penduduk balita dan wanita hamilnya banyak menderita kurang gizi, maka bangsa itu akan menghadapi berbagai masalah sumber daya manusia.


Upaya perbaikan status gizi masyarakat dapat dilakukan melalui perbaikan pola konsumsi makanan, perilaku sadar gizi, aktifitas gizi, meningkatkan akses dan mutu pelayanan gizi yang sesuai dengan kemajuan ilmu dan teknologi; serta meningkatkan sistem kewaspadaan pangan dan gizi, yang dalam pemenuhannya dilakukan pada seluruh siklus kehidupan sejak dalam kandungan sampai dengan lanjut usia dengan prioritas kepada kelompok rawan antara lain bayi dan balita; remaja perempuan; ibu hamil dan menyusui. Penyelenggaraan perbaikan gizi dilakukan melalui berbagai kegiatan untuk memenuhi kebutuhan gizi perorangan, kelompok atau masyarakat.


Perhatian Pemerintah Provinsi Gorontalo yang didukung oleh pemerintah Kab/Kota didalam meningkatkan derajat kesehatan lebih khusus terhadap perbaikan gizi masyarakat sangatlah jelas. Ada 2 program perbaikan gizi masyarakat di Provinsi Gorontalo yaitu Program Jangka Pendek dan Program Jangka Panjang. Program Jangka Pendek berupa Penanganan setiap kasus gizi buruk di panti pemulihan gizi buruk atau TFC yang ada di setiap wilayah Kabupaten/Kota. Sedangkan program jangka panjang yaitu berupa Penerapan Ilmu Gizi berbasis makanan khas daerah di tingkat SD, SMP dan SMA pada setiap pelajaran muatan local atau MULOK.


Dari hasil capaian program perbaikan gizi yang telah dilaksanakan selama ini dapat dilihat dari hasil pengukuran Pemantauan Status Gizi (PSG) yang dilakukan setiap tahun, menunjukkan penurunan yang sangat menggembirakan, hal ini didukung oleh adanya inovasi-inovasi yang baru. Selama ini Provinsi Gorontalo telah direkomendasikan oleh pemerintah pusat khususnya Kementerian Kesehatan RI yaitu merupakan tempat belajar (lokasi studi banding) tentang bagaiman strategi penanganan gizi buruk yang ada di masyarakat, melalui pendekatan program jangka panjang dan jangka pendek perbaikan gizi.


Berdasarkan hasil pemantauan status gizi (PSG) Provinsi Gorontalo prevalensi kurang gizi berdasarkan indeks BB/U tahun 2009 (18,97%) pada tahun 2010 mengalami penurunan (17,05%) dan pada tahun 2012 (14,44%), sementara pemerintah pusat menetapkan bahwa target nasional prevalensi kurang gizi tahun 2015 setinggi-tingginya (15 %) ini menunjukkan apabila Provinsi Gorontalo setiap tahunnya mengalami penurunan prevalensi kurang gizi dengan melihat hasil pemantauan status gizi (PSG) maka dapat dipastikan bahwa pada tahun 2015 prevalensi kurang gizi di Provinsi Gorontalo dapat di tekan dan bisa memenuhi target nasional.


Suatu hal yang patut dibanggakan Provinsi Gorontalo pada tanggal 6 Desember tahun 2011 mendapat penghargaan langsung dari Presiden RI bertempat di Istana Negara menerima Anugrah Adhikarya Pangan Nusantara untuk kategori pelopor ketahanan pangan. Keberhasilan penanganan masalah gizi kurang dan gizi buruk pada anak balita serta bumil KEK di Provinsi Gorontalo tak lepas dari kerja sama antara Seksi Gizi Dinas Kesehatan Provinsi dan Kabupaten/Kota dengan organisasi Profesi Persatuan Ahli Gizi Indonesia (PERSAGI).


Kerja sama ini ditandai dengan dicanangkannya Gerakan Sadar Gizi (KADARZI) pada setiap keluarga oleh Program gizi Dinas Kesehatan Provinsi dan Kabupaten/Kota yang dirangkaikan dengan peringatan Hari Gizi Nasional tahun 2012 yang di pusatkan di Kabupaten Gorontalo Utara yaitu di Pantai Monano yang diisi dengan berbagai kegiatan kemasyarakatan maupun kegiatan social. Kembali pada tahun 2013 untuk pencanangan KADARZI dan Hari Gizi Nasional akan dilaksanakan di Kabupaten Boalemo bertempat di Kecamatan Tilamuta pada tanggal 22 Maret 2013 dengan berbagai kegiatan pula, diantaranya adalah cerdas cermat kader gizi, pelayan pemberian PMT di daerah rawan banjir, lomba penyuluhan oleh para kader, pembagian liflet, talk show di media elektronik, serta kegiatan kemasyarakatan yang lainnya.